Ngakak !!! Heboh Fitsa Hats Usai Sidang Ahok


Suasana panas dari massa dua kubu pro dan anti-Ahok di luar Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan saat digelarnya sidang keempat dugaan penistaan agama, ternyata berbanding terbalik dengan yang terjadi di ruang sidang.

Alih-alih berlangsung panas, sidang yang menghadirkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu ternyata menyimpan sekelumit cerita yang mengundang senyum. Salah satunya tentang Fitsa Hats yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Cerita ini bermula dari penuturan Ahok sesaat usai persidangan pada Selasa 3 Januari 2017. Ahok merasa janggal karena salah satu saksi, yaitu Novel Chaidir Hasan Bamukmin menyebut nama waralaba asal Amerika Serikat yang pertama kali didirikan di Kansas, AS tahun 1958 itu dengan nama yang aneh dalam Berita Acara Pemeriksaan atau BAP-nya.

"Ada saksi yang malu kerja di Pizza Hut tapi sengaja diubah jadi Fitsa Hats. Saya sampai ketawa, padahal semua mesti tanda tangan. Dia bilangnya enggak memperhatikan," ujar Ahok di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa malam.


Menurut Ahok, Novel Bamukmin malu mengakui pernah bekerja di perusahaan Amerika.

"Saya pikir dia malu tidak boleh dipimpin oleh yang tidak seiman. Pizza Hut kan punya Amerika. Dia tulis Fitsa Hats," kata Ahok.

Saat dikonfirmasi Liputan6.com, Novel tak menampilkan dan mengakui dirinya memang pernah bekerja di restoran Pizza Hut.

"Iya, 24 tahun yang lalu," jawab Novel singkat dan tak membahas soal izi BAP yang ganjil tersebut.

Tak Malu Kerja di Pizza Hut

Kendati telah menjadi pemuka agama dan mempunyai banyak pengikut, Novel mengaku dirinya tidak malu mengaku pernah bekerja di restoran waralaba itu. Bagi Novel apa yang dilakukannya tidak melanggar nilai-nilai keislaman.

Novel mengaku, dia keluar dari perusahaan asal Amerika itu bukan karena perusahaan tersebut dipimpin non-Islam. Melainkan karena sudah mendapat pekerjaan baru.

"Saya keluar secara baik-baik. Waktu itu saya di Pizza Hut Park Royal, sekarang sudah tutup, bukan tutup, sudah enggak ada," sambung Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta.

Bagi Novel, tak masalah mencari nafkah di perusahaan yang dipimpin non-Islam.

"Ya enggak lah. Itu kan untuk kedaulatan. Al Maidah konteksnya untuk kenegaraan, kepemerintahan dan juga di daerah mayoritas. Kalau di daerah minoritas seperti Bali, Papua, ayat itu tidak berlaku, itu toleransi, dan saya sampaikan itu di Bawaslu. Lakum dinukum waliadin," kata Novel.

Viral dan Jadi Meme

Setelah ramai dipemberitaan, soal Fitsa Hats ini langsung menjadi viral di media sosial dan merajai trending topic di Twitter. Tak sedikit pula yang kemudian membuat meme lucu menyindir keberadaan serta lokasi restoran Fitsa Hats.

Sejumlah meme lucu yang dijamin mengocok perut pun bertebaran di media sosial.

Sebagian besar isinya dibuat nyeleneh dan menarik untuk dilihat. Bahkan, ada netizen yang sengaja membuat logo Fitsa Hats dengan mengambil desain dari restoran sebenarnya, tentu dengan sejumlah perubahan.


Share on Google Plus
    Facebook Comment
    Blogger Comment

0 komentar:

Post a Comment